Sabtu, 26 November 2011

KARAKTERISTIK KEPALA SEKOLAH ENTERPRENEUR

Kepala sekolah yang berjiwa enterpreneur ditandai dengan beberapa karakteristik. Karakteristik tersebut kurang lebih sama dengan karakteristik yang umumnya dimiliki para enterpreneur. Bedanya, mereka mencurahkan perhatiannya pada persoalan pendidikan, sementara para enterpreneur lebih fokus pada pengembangan ekonomi. Kemampuan enterpreneurship kepala sekolah bukan mustahil menghasilkan keuntungan yang bernilai ekonomi, meski tidak sebesar hasil kerja para enterpreneur di bidang ekonomi.
Di antara karakteristik kepala sekolah yang berjiwa enterpreneur adalah: (1) Percaya diri, (2)  Kreatif, (3) Berorientasi pada hasil dan kepuasan kerja, (4)  Berani mengambil resiko, (5) Mampu memimpin secara efektif, (6)  Orisinil, dan (7)  Berorientasi masa depan.

KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH: ENTERPRENEURSHIP

Enterpreneurship merupakan salah satu kompetensi yang perlu dimiliki oleh kepala sekolah. Dengan kompetensi tersebut kepala sekolah tidak hanya dituntut berjiwa pendidik, melainkan juga memiliki jiwa kewirausahaan, yaitu daya kreatif dalam membaca dan memanfaatkan peluang sehingga mampu mengambil keuntungan. 
Istilah enterpreneurship memiliki konotasi berbeda bagi kebanyakan orang. Di antara pengertian dari istilah yang berasal dari bahasa Perancil tersebut adalah daya kreatif untuk mengembangkan visi, ide dan solusi, serta keberanian mengambil resiko demi memanfaatkan peluang, memperoleh keuntungan dan kepuasan.
Seorang enterpreneur merupakan pribadi yang kreatif dan dinamis. Mereka memiliki visi yang kuat, mampu merespon perubahan dengan kreasi-kreasi positif, unik dan menguntungkan. Mereka mampu merealisasikan ide kreatif ke dalam realitas.

Jumat, 25 November 2011

PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN

Sebagai sebuah proses, pembelajaran dihadapkan pada beragam permasalahan, problematika. Problematika pembelajaran adalah berbagai permasalahan yang mengganggu, menghambat, mempersulit, atau bahkan mengakibatkan kegagalan dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Problematika pembelajaran dapat ditelusuri dari jalannya proses dasar pembelajaran. Secara umum, proses pembelajaran dapat ditelusuri dari faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran. Keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh 3 faktor, Bahan Baku (Raw Input), Instrumen, dan Lingkungan. Proses tersebut dapat digambarkan sebagaimana bagan berikut.

Senin, 21 November 2011

KEBERHASILAN PEMBELAJARAN

Pembelajaran di sekolah merupakan usaha mengantarkan siswa pada tujuan atau mencapai hasil tertentu. Tujuan atau hasil yang diharapkan dalam pembelajaran dijabarkan dalam tujuan pembelajaran atau indikator keberhasilan sebagaimana ditetapkan dalam silabus yang pelaksanaannya dirancang dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Dengan demikian, pada hakekatnya pembelajaran di sekolah merupakan sebuah proses atau kegiatan yang memiliki tujuan atau target. Ada kalanya kegiatan pembelajaran berhasil, tetapi tidak jarang mengalami kegagalan dalam mengatarkan siswa mencapai tujuan atau target yang ditetapkan.

Minggu, 20 November 2011

UNTUNG RUGI YAYASAN "STEMPEL"

Sekolah atau madrasah yang penyelenggaraannya berada di bawah naungan yayasan "stempel" memiliki beberapa keuntungan dan kerugian.
KEUNTUNGAN
Keuntungan pengelolaan sekolah atau madrasah demikian dirasakan oleh kepala dan guru sekolah setempat. 
"Kebebasan" Kepala Sekolah
Kepala sekolah memiliki kebebasan penuh dalam mengelola sekolah. Memimpin sekolah di bawah yayasan "stempel" lebih ringan, tanpa beban bagi kepala sekolah, sebab paling tidak tekanan struktural, dari atasan, tidak dihadapi oleh kepala sekolah. Kepala sekolah dapat memimpin tanpa dituntut pertanggungjawaban.
Tidak jarang sekolah atau madrasah demikian dapat maju dengan pesat, bilamana kebetulan berada di tangan kepala sekolah yang visioner. Kepala sekolah dapat menjalankan kebijakan terbaiknya tanpa banyak pihak yang mungkin mempersoalkannya. Masalahnya, banyak sekolah yang stagnan, alias tidak berkembang karena kepala sekolah swasta yang demikian tidak begitu banyak jumlahnya.  

YAYASAN "STEMPEL"

Secara normatif, setiap sekolah atau madrasah swasta harus diselenggarakan oleh sebuah organisasi atau perorangan yang berkedudukan sebagai penyelenggara yang berbadan hukum. Badan hukum yang menaungi penyelenggaraan sekolah atau madrasah dapat berupa yayasan, organisasi kemasyarakatan (ormas), atau lembaga pendidikan sosial dan pendidikan.
Faktanya, banyak sekolah dan madrasah yang penyelenggaraan maupun pengelolaannya tidak melibatkan lembaga-lembaga berbadan hukum semacam itu. Pengelolaan sekolah atau madrasah biasanya ada di tangan kepala sekolah dan guru sepenuhnya. Merekalah yang bekerja mulai dari merekrut siswa, menentukan program kerja, anggaran, kurikulum pendidikan, merekrut tenaga guru dan pegawai, hingga menggalang dana bagi pembiayaan sekolah.  

Rabu, 09 November 2011

PETA KONSEP DAN PEMBELAJARAN EFEKTIF

HAKEKAT PEMBELAJARAN
Pada hakekatnya pembelajaran mengajarkan 3 (tiga) hal, yaitu fakta, konsep dan generalisasi.
1.  Fakta adalah pengetahuan yang disampaikan apa adanya, misalnya nama-nama benda, daerah, atau peristiwa yang dipelajari dengan cara dihafalkan.
2.   Konsep adalah pengetahuan tentang keterkaitan berbagai fakta hingga membentuk istilah atau cara kerja tertentu. Konsep dapat berupa definisi, cara kerja, atau cara menyelesaikan soal.
Pembelajaran konsep mengajarkan ketrampilan untuk mendefinisikan, membuat contoh, menjelaskan, dan cara menyelesaikan soal sesuai konsep tertentu.
3.  Generalisasi adalah pengetahuan mengenai teori yang sudah jadi dan dijadikan acuan dalam memahami permasalahan tertentu atau berperilaku sesuai hukum atau teori tertentu.
Misalnya, “kalau rajin pasti pandai” merupakan sebuah generalisasi dari sistem perilaku. Siswa harus rajin agar menjadi pandai. 

Mengapa Jokowi Diserang Habis-habisan?

Irfan Tamwifi Pensiun dari jabatan presiden, tidak membuat Jokowi terbebas dari berbagai serangan politik seperti yang dihadapinya menjelang...