TRANSLATE

Rabu, 16 Februari 2011

KOMPETENSI GURU: SOSIAL

Kompetensi sosial adalah kemampuan guru dalam menjalin relasi yang positif, empatik, dan santun dengan atasan, sesama guru dan pegawai, siswa, wali murid dan masyarakat. Kompetensi ini mencerminkan sikap professional guru di hadapan anak didik maupun masyarakat sekitar.

1. Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status social ekonomi

a. Bersikap inklusif dan obyektif terhadap peserta didik, teman sejawat, dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran.

b. Tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik, teman sejawat, orang tua peserta didik, dan lingkungan sekitar sekolah karena perbedaan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status social ekonomi.

2. Berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua murid dan masyarakat.

a. Berkomunikasi dengan teman sejawat dan komunitas ilmiah lainnya secara santun, empatik dan efektif.

b. Berkomunikasi dengan orang tua murid secara santun, empatik dan efektif tentang program sekolah dan kemajuan peserta didik.

c. Mengikutsertakan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam program pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik.

3. Beradaptasi dengan keragaman budaya dan adat-istiadat di tempat bertugas di seluruh Indonesia.

a. Beradaptasi dengan lingkungan tempat bekerja dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendidik, termasuk memahami bahasa daerah setempat.

b. Melaksanakan program dalam lingkungan kerja untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah yang bersangkutan.

4. Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan.

a. Berkomunikasi dengan teman sejawat, profesi ilmiah, dan komunitas ilmiah lain dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

b. Mengkomunikasikan hasil-hasil inovasi pembelajaran kepada komunitas profesi sendiri secara lisan, tulisan atau bentuk lain.

REFLEKSI

1. Masih gagap menyikapi wali murid.

2. Kurang ramah, bahkan acuh-tak acuh terhadap wali murid calon siswa dan tamu di sekolah.

3. Inovasi

Tidak ada komentar: